Friday, March 25, 2011

Warning

Warning! warning! Apa yang ada dibenak anda mendengar kata ini? Pasti sebuah peringatan. Tapi bagi anak Trupala ini bukanlah peringatan, namun sebuah tempat untuk kongko kongko.


Warning adalah singkatan dari warung kuning. Letaknya di sebelah SMA Negeri 6 Jakarta. Disebut warung kuning karena dulu warna warungnya kuning dengan spanduk kuning. Pokoknya serba kuning. Jadilah dinamakan warning.

Warning ini adalah tempat tongkrongan anak-anak Trupala yang paling hot, secara warnanya yang kayak matahari, kuning (mulai ngablu). Di sini ada seseorang yang sangat dekat dengan anak Trupala, yaitu Bang Emon. Saking sayangnya sama anak Trupala, foto-foto anak Trupla yang sedang naik gunung dipajang di warungnya. Sekarang, Bang Emon tidak mangkal di warning lagi. Beliau ada urusan di tempat lain

Tapi, sayang sekali kawan. Sekarang, anak-anak jarang nongkrong lagi disini. Alasannya karena sudah pada lulus SMA jadi pada sibuk dengan kuliah dan urusan masing-masing. Alasan lainnya anak-anak Trupala yang masih SMA, perempuan semua. Masa anak perempuan nongkrong? Lagipula, kami juga tidak punya teman untuk mengobrol jika nongkrong di warning.

Monday, March 21, 2011

trupala0910.blogspot.com, Apaan deh??

Nama blog ini yang ngusulin adalah Ucha (gue sendiri), tanpa seizin dari yang lain, entahlah mungkin beberapa hari dari sekarang akan datang protes bertubi-tubi tentang nama blog ini dari anak-anak Trupala 2009&2010 (Astri, Mbok Jum, Rae).

Bisa dibayangkan protes yang akan dilayangkan oleh ababil-ababil seperti mereka, kira-kira bakal seperti ini:
X: Apa-apaan sih nama blognya?!
X: Nama adalah doa (kalo ini Astri yang bakal ngomong, karena dia orangnya suka qosidahan)
X: iiiih ganti dong, apaan banget We talk about us! (kalo ini Mbok Jum yang bakal ngomong)
X: Gila! oh damn! keren banget nama blognya!!!! (kalo ini gue sendiri yang bakal ngomong heheh :p)
Kalo Batak (Rae) udah setuju nama blognya ini, gila dia emang sepemikiran banget deh sama gue, mwach :-*

Lagi-lagi deskripsi blog-nya gue yang ngusulin heheh, entahlah gue sadar gue ini emang brilian banget!!!! B-)
Maknanya sendiri tuh luas: Garam memang asin, adakah yang manis?
Bisa semua orang tuh sama, ngga ada yang beda. Bisa juga, kita ngga bisa keluar dari kodrat kita sebagai manusia. Bisa macem-macem juga tergantung persepsi (jadi inget pepsi) lo masing-masing.

Sedangkan nama URL blog ini adalah Batak yang buat, awalnya kita setuju dengan nama URL-nya trupala2009.blogspot.com (karena terlihat lebih eye catchy), tapi Batak protes karena dia angkatan 2010  sendiri, karena merasa tidak adil, lalu ia mengubahnya menjadi trupala0910.blogspot.com. Sedikit aneh dan memang aneh, 0910? bagi orang awam mungkin mengira itu adalah semacam da vinci code (apasih???)

Sekian dulu dari saya. XOXO
Ucha Tr.002/09

Sunday, March 20, 2011

Awal Kami Bergabung

Ini adalah postingan pertama kami. Karena postingan pertama, kami mau men-share keawalan kami bertemu dan menjadi Trupala.

Berawal dari kelas 10 yang sering mendapat iklan untuk bergabung menjadi anggota Gorasix. Sebelum masuk, mari kita flashback dan melihat sejarah SMAN 6 Jakarta dan keberadaan Trupala dan Gorasix. Setelah sekian lama mencari, akhirnya kami memilih Trupala. Tapi, bagaimana? Apakah Trupala masih ada?

Adalah seorang yang bernama Tyas yang berkenalan dengn seorang kakak kelas yang cantik dan baik bernama Nena yang saat itu kelas 12. Tyas dan Nena berekskul Mading, jadi jelas kenalan lha. Ternyata Nena mempunya teman yang bernama Deva yang ternyata merupakan anggota Trupala. Deva yang ingin memasarkan Trupala, mencoba memasarkannya melalui Tyas.

Tyas ternyata kaget juga, Trupala masih ada sampai sekarang. Mengapa kaget? Karena nama Trupala tidak seeksis Gorasix sekarang. Setelah mendengar kabar dari Deva, Tyas bercerita pada teman sekelasnya Rae. Rae yang seorang pemberani dan tidak takut karena merasa tidak bersalah tertarik dengan Trupala. Dia juga agak bercerita sedikit tentang masih adanya Truapala dengan beberapa teman seangkatan dan terpengaruh oleh Deva untuk mempromosikan Trupala.

Setelah beberapa lama, salah seorang teman Rae bernama (kalau tidak salah) Diba menceritakan teman sekelasnya yang ingin banget ikut pecinta alam, bernama Ucha. Saat itu Rae kelas 10-2, Ucha kelas 10-1. Setelah berkenalan dan ngomongin Trupala, akhirnya kami memutuskan menjadi simpatisan Trupala.

Mendapatkan Ucha seorang? Oo.. Todak bisa. Rae kembali mendapat seorang berbadan subur, Mbok Jum. Selain memancing Mbok Jum untuk gabung bersama Trupala tidak lupa sekalian minta tolong untuk mempromosikan ke teman-teman. Mbok Jum berhasil menggaet Astri, Dicky, Ryan, Andhika, dan Faren. Akhirnya, kami semua termasuk Tyas menjadi simaptisan Trupala.

Lama kelamaan, pastinya ada hukum seleksi alam. Satu per satu mulai mundur menjadi simpatisan. Dan tinggalah Ucha, Bojum, Astri, dan Rae.

Untuk menjadi Trupala, kami harus mengikuti salah satu kegiatan Trupala. Di bulan Desember 2009 (pas banget akhir tahun) Trupala berencana untuk mendaki gunung Gede. Ikutlah Astri, Bojum, dan Ucha. Karena mereka sudah mengikuti kegiatan Trupala di tahun 2009, mereka dilantik menjadi anggota Trupala. Tinggalah Rae yang masih seorang simpatisan. Rae masih menunggu restu dari Ibu tercinta untuk bepergian bersama Trupala dan menjadi anggota Trupala.

Tepat berumu 16 tahun, Ibunya Rae memberikan kado sebuah restu untuk bergabung mengikuti kegiatan Trupala yaitu camping di Sukamantri. And finally, Rae menjadi anggota Trupala.

Sambil menunggu, apakah masih ada yang ingin masuk menjadi anggota Trupala semua berjalan seperti biasa. Hingga akhirnya tutup tahun 2010 dan berganti menjadi 2011, hanya Rae seorang yang menjadi anggota Trupala di tajun 2010.

Siapa yang selanjutnya akan menjadi anggota Trupala? Tunggu sesaat lagi....